Posted on February 7, 2010 by Irfan Al-Chemy
Sudah seminggu saya tinggal di negeri kincir angin. Banyak hal baru dan berbeda di sini. Bener-bener beda bangeut dibandingkan dengan di Indonesia. Mulai dari makanan, minuman, pakaian, kebiasaan, cuaca, de el el. Namun dari semuanya itu, satu hal yang membuat saya terkesan adalah bahwa belanda merupakan negeri yang penuh dengan sepeda. Terutama di groningen, tempat saya tinggal, hampir di seluruh tempat, di setiap jalan, pasti selalu ditemukan yang namanya ’sepeda‘.

Yupz, berdasarkan keterangan dari salah satu situs lokal, 62 % perjalanan di negeri ini dilakukan dengan bersepeda, Wow. Baik orang muda maupun tua, Baik itu laki-laki maupun perempuan, mereka lebih memilih menggunakan sepeda untuk bepergian. Tanah di sini cukup datar, jarang yang naik turun seperti di Indo, sehingga memudahkan bagi pengendara sepeda.
Read more »
Filed under: Artikel Bebas | Tagged: belanda, groningen, jalan, kincir angin, negeri, parkir, rambu, sepeda, surga | 6 Comments »
Posted on January 31, 2010 by Irfan Al-Chemy

Dalam menjalani kehidupan
ada suatu bagian yang harus dijalani
suatu pilihan yang harus diambil
sisi waktu yang harus dilalui
Sesuatu itu bernama
pergi
Kau takkan pernah sanggup mengusir pergi
takkan bisa menghindar dari pergi
hanya pergi yang mampu mengalahkan pergi
Terkadang kita memang harus pergi
Read more »
Filed under: Refleksi | Tagged: hidup, kehidupan, kembali, musim, pergi, puisi | Leave a Comment »
Posted on January 31, 2010 by Irfan Al-Chemy

Waktu terus berjalan
tak pernah diam
tak pernah menunggu
mengalir, menjauh, tak terulang kembali
waktu terus berlari
menepis setiap angan dan mimpi
ia terlalu kuat untuk kau genggam
terlalu lincah untuk kau hentikan
waktu terus bergulir
Read more »
Filed under: Refleksi | Tagged: musuh, puisi, rahasia, Sang pencipta, teman, waktu | Leave a Comment »
Posted on January 18, 2010 by Irfan Al-Chemy

Langit malam nampak begitu hitam
sinar rembulan menyelinap dari balik awan
di mana kau bintang?
lama tak kudengar kabar darimu
Kurindukan kilaumu di angkasa kecilku
Kunantikan tarian dan simfonimu
kini kau seolah menghilang
sirna bersama desir angin
masihkah sinarmu seterang dulu?
Read more »
Filed under: Refleksi | Tagged: cahaya, angkasa, puisi, bintang, langit, malam, bulan | Leave a Comment »
Posted on January 13, 2010 by Irfan Al-Chemy

Ku tatap angkasa siang
ku dapati mendung dan kelam
awan hitam sembunyikan birunya langit
kumpulan kabut samarkan wajah sang surya
tak ada matahari untuk hari ini
tak ada lagi hangat sinarnya
yang biasa membelai wajah lusuh manusia bumi
Read more »
Filed under: Refleksi | Tagged: angkasa, bintang, bulan, hujan, langit, matahari, mendung, mengerti, siang | Leave a Comment »
Posted on January 8, 2010 by Irfan Al-Chemy

Mentari mulai tenggelam
biru langit pun musnah ditelan senja memerah
air laut perlahan surut
meninggalkan kepiting kecil di atas pasir
Perlahan langit merah berganti gelap
menyisakan purnama yang bersinar
ditemani bintang yang bermain di atas sana
melengkapi terangnya lampu-lampu jalanan
Malampun berlalu terusir mentari
cukup lama aku menanti
Aku pun terbangun di antara aroma embun
Lalu mulai bangkit dan melangkah
Kubuka kembali jendela hatiku
Dan kuperhatikan ke ujung sana
ternyata belum saatnya…
———————————————————————————————-
http://irfanchemist.wordpress.com/2010/01/08/belum-saatnya/
Filed under: Refleksi | Tagged: hati, langit, laut, mentari, pasir, waktu | 1 Comment »
Posted on January 8, 2010 by Irfan Al-Chemy

Hidup adalah perjalanan
akan ada akhirnya di ujung sana
banyak jalan yang harus dilalui
terkadang lurus, kadang berliku
berhati-hatilah dalam berjalan
jangan sampai kau tergelincir
perhatikan setiap langkahmu
awasi sekelilingmu
Read more »
Filed under: Refleksi | Tagged: puisi, hidup, belajar, pilihan, perjalanan, kalimat, ujian | 4 Comments »
Posted on December 27, 2009 by Irfan Al-Chemy
Pernah liat iklan Close-Up ‘Bubble’ 2009? Diawali dengan piano lalu dilanjutkan dengan alunan lagu ‘come closer’ yang enak di dengar. Setelah search-ing di google ternyata lagu tersebut adalah lagunya Rico Blanco yang kemudian dijadikan theme song-nya close up. Dan gara-gara iklan ini, lagu tersebut kini sering didengar di all over Asia. Good Job Rico. I love your song! Enjoy the lyric.

Come Closer Lyrics
Come closer
Come closer
Come closer to me now
Read more »
Filed under: Song Lyrics | Tagged: close up, come closer, lagu, rico blanco, theme song | 17 Comments »
Posted on December 14, 2009 by Irfan Al-Chemy

Pagi tadi langit masih sangat cerah
Siapa sangka hujan kan turun?
Saat sang matahari mulai enggan tuk bersinar
Saat mendung tak mau pergi
saat itu lah sang hujan kan datang
Titik air hujan pun jatuh di atas kepalaku
Read more »
Filed under: Refleksi | Tagged: basah, bumi, deras, gerimis, hujan, langit, matahari, puisi, tanah, wajah | 2 Comments »